Sunday, November 27, 2011

Ilusi Liberalisme


Aku bermiimpi tentang keindahan
Saat…pintu-pintu rumah hangat menyambutku
Saat… ayah bunda ramah menyapa
Saat…buaian keluargamemeluk akrab

Aku bermimpi tentang kegalauan
Saat… dinginnya hati mencengkram raga
Saat… kemunafikan mermerasuk jiwa
Saat…kaki-kaki tersungkur dijegal maksiat
Saat…indera ragawi terselimuti kedustaan

Lalu tiraipun tersingkap…
Pada kenyataan yang memerihkan…….
Saat…airmata sahabatku jatuh dipipinya yang cekung…
Dibibirnya yang pucat ia berujar…”aku galau”
Saat…tetesan darah membuncah dari keputusasaannya..
Dibibirnya yang membiru iapun berujar..”aku sudah tak berharga…”
Kulihat disisinya…ada bayi menangis karena terhempas dari calon dekapan bundanya…



Disudut lain…
Mata temanku menatap kosong tanpa harapan
Jari jemarinya menghentak-hentak tanpa aturan
Dibibirnya yang kering ia berujar..”aku reasah”
Saat… keringatnya semakin menderas iapun tersengal
Dibibirnya yang kerontang ia berujar..”aku sudah tak kuat”
Kulihat dari sudutmataku…dalam dekapannya ada robekan kertas surat perceraian ayah bundanya…
Ohhhhh,,, betapa malang nasibnya….

Lalu… saat kutoleh kebelakangku..
Ribuan perempuan muda terjerat video mesum…
Ribuan lelaki muda terjerembabkomunitas beringas
Ribuan orangtua tersungkur dalam lumpur kemunafikan
Ribuan tata tertib mengatur dengan semerawut!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Ribuan RACUN beraroma madu menyebar………….

Oohhhh,,, aku terpaku dalam senyap sambil termenung…
Memadu rasa dengan harap
Fatamorgana semakin menutupi realita

AAAHH…!!!!
KEMANAKAH para pembawa pelita itu….
Para pembawa kebenderangan…
Dimanakah mereka?????
Wahai insan yg masih melihat…
Wahai insan yang masih mendengar..
Wahai insan yang masih merakan sentuhan sesuatu…
Adakah kau lihat mereka??
Adakah kau dengar itu??
Adakah kau rasakan hal yang sama denganku??


Akupun mnecari makna…
Tentang Usamah bin Zaid…
Tentang Abdullah bin Rawahah
Tentang Fatimah Az-zahra…..
Tentang………………………………………………………..kita!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tentang………………………….makna kita!
Wahai sahabat…
Wahai temanku…
Lantas apa yang mesti kita lakukan ………????

-amaya's:)
Kendari, december 8th,2010.
..::dunia_itukecil::..
MENOLAK _MENYERAH

Wednesday, January 19, 2011

Wajah Bersinar Itu Terbaring di Sudut Kamarnya, " KHOLISAH namanya".

---Just wanna share these real story to you All, thank you...---

Sekitar 4 tahun yang lalu, aku menjenguk ia bersama sahabat2 aku (the first generation of demolisher gank), salah satunya juga ikut sahabat aku yg udah meninggal 1 thn yg lalu, ukhty alm. Nening Astria Ningsih tuk membesuk mujahidah itu.
Kala itu, tubuh mujahidah itu lumpuh dan masih bisa bergerak meskipun sedikit.. Kala itu, tubuhnya masih dibaluti daging… kala itu, tubuhnya masih bisa tidur nyenyak tanpa menopang tulang rusuknya degan tangannya… kala itu ia masih bisa berbicara banyak.
(faktor yang membuatnya spt itu di sebabkan penyakit kanker yang ia alami saat ini. kata dokter, kankernya sudah hampir mendekati jantungnya dan dokter nyerah tuk ngoprasiin, sebab sudah sangat parah. Kini ia hanya menjalani pengobatan dgn obat-obat herbal yang disaranin dr dokter. Selain itu, 2 orang dokter bertugas tuk ngontrol perkembangan ksehatannya seminggu sekali, twice a week, salah satunya adalah dokter Fauzan yg nanganin )

Duhai Ya Rabb…
kali ini, aku menyaksikan penurunan drastis yang di alami mujahidah itu..
Kali ini tubuhnya total tak bisa berbolak-balik tuk melegakan tubuhnya dengan sendiri, ia mesti memanggil saudari kembar kesayangannya itu tuk membantu membalikkan tubuhnya kekanan atau kekiri..
kali ini, aku hanya menyaksikan kulitnya yang putih itu hanya membalut tulang-tulangnya..
Kali ini, aku hanya menyaksikan mulutnya yang tak bisa banyak lagi berbicara, sebab jika ia berbicara banyak maka ia akan setengah mati bernafas. Padahal, aku ingin mengajaknya bercerita tentang banyak hal ... Tapi, ku urungkan niatku melihat kondisinya yang tak berdaya itu..…
Tapi, tahukah kalian kawanku…???
Wajah bersinar itu ikhlas menjalani ujian yang Alloh berikan padanya..
Wajah bersinar itu tak pernah sedikitpun ada niat MUNDUR dari perjuangannya dalam menegakkan SYARIAH DAN KHILAFAH yang pernah diperjuangkan oleh manusia mulia, Rosulullah SAW bersama para sahabat meskipun ia total tak bisa bergerak dan berbuat apa-apa lagi.... sungguh aku menyaksikan keikhlasan itu dari raut wajahnya, subhanallah…
Setiap minggu ia mesti halaqoh meskipun hanya mendengarkan dari musrifahnya sebab ia tak lagi bisa memegang kitab yang ia kaji saat ini…dan Wajah bersinar itu masih sholat layaknya orang yang sehat meskipun ia melakukannya dalam keadaan terbaring spt itu.. tak hanya itu, wajah bersinar itu masih menutup Aurat dengan sempurnah ketika ada non mahrom yg hendak menjenguknya..

Duhai ya Rabb...

Aku menyaksikan di luar sana ada begitu banyak manusia sehat, manusia kuat tapi banyak yg lalai akan syari’ahmu. para perempuan2 yang muslimah, namun tak menutup aurat dengan sempurnah, sholatpun tidak, apalagi mau memprejuangkan syariah-MU?
Bahkan yang berjuangpun satu persatu mundur dari barisan mulia itu, tapi tidak baginya, kawan...!! Dia tidak memiliki niat sedikittpun mundur dalam barisan mulia yang telah ia pilih ketika ia masih kuat, sehat kala itu..
Taukah kamu kawan? kemarin 15 menit halqohnya berjalan ia tak sanggup lagi meneruskannya, tapi..ia berusaha tuk mengukitinya, namun akhirnya musrifahnya menutup halaqohnya sebab ia mersa penyakitnya kambuh lagi..

Now, let's ask n answer these questions by our self,just our lord n we knows that..
Sudahkah kita sekuat dan setegar ia kawan ??
sudahkah kita maksimal dalam memperjuangkan syariah dan khilafah meski badan tertatih tuk datang halaqoh, tuk berusaha dalam all our activities which related to rebuild the second glory era of ISLAM ??
sudahkah kita sesabar ia dalam menghadapi all things yg datang menghampiri hidup kita?
(just answer it by our self, our self. Honestly)
Aku doakan, semoga Alloh memberikan yang terbaik buat mujjahidah itu, ukhty KHOLISAH.
Semoga Alloh membalas kesabaran dan keikhlasanmu dalam menjalani cobaan itu, insya Alloh, Syurga menanti orang sesabar engkau saudariku. Tetaplah semangat kak ...meski badan dan raga tak sekuat dulu, meski jauhnya langkah tuk diayun tak sejauh dulu lagi,,, Allahu Akbar.


Kendari, Januari 13th, 2011
..::dunia_itukecil::..
MENOLAK-MENYERAH

Saturday, December 4, 2010

MELACAK SANAD KEILMUAN IMAM AN-NABHANI

Syeikh Yusuf bin Isma`il al-Nabhani

Yusuf al-Nabhani adalah ulama yang sangat alim, cerdas, wara', pemberi hujjah, takwa, dan ahli ibadah. Ia selalu menyenandungkan cinta dan pujian untuk Rasulullah Saw dalam bentuk tulisan, kutipan,riwayat, karangan, dan kumpulan syair. Nama lengkapnya adalah Nasiruddin Yusuf bin Isma`il al-Nabhani, keturunan Bani Nabhan, salah satu suku Arab Badui yang tinggal di Desa Ijzim, sebuah desa di bagian utara Palestina, daerah hukum kota Haifa yang termasuk wilayah Akka, Beirut.
Al-Nabhani lahir pada 1265 H (1849 M) dan dibesarkan di Ijzim. Ia mcnghafal Al-Qur'an dengan berguru kcpada ayahandanya sendiri, Isma'il bin Yusuf, seorang syaikh berusia 80 tahun. Pada usia lanjut, Isma`il bin Yusuf masih dikaruniai akal, pancaindra, kekuatan, dan hafalan yang sempuma, rajin beribadah, dan bacaan Al-Qur'an-nya sangat bagus. Setiap tiga hari sekali, Isma`il mengkhatamkan Al-Qur'an, hingga khatam tiga kali dalam seminggu. Keistimewaan dan kelebihan ini sangat mempengaruhi pembentukan dan pertumbuhan pribadi Yusuf al-Nabhani, yang selalu dibekali hidayah dan ketakwaan dari ayahnya yang saleh di lingkungan yang bersih dan suci.
Selesai mengkhatamkan hafalan Al-Qur'an, Yusuf al-Nabhani disekolahkan orang tuanya ke Al-Azhar, dan mulai bergabung pada Sabtu awal Muharram 1283 H (1866 M). Ia tekun belajar dan menggali ilmu dengan baik dari imam-imam besar dan ulama-ulama umat yang kritis dan ahli ilmu syariat dan bahasa Arab dari empat imam madzhab.
Ia sangat tekun berikhtiar dan meminta bimbingan kcpada orangorang berilmu tinggi yang mcnguasai dalil aqli dan naqli, sehingga ia dapat mereguk samudra ilmu mereka dan mengikuti metode keilmuan mereka. Hal ini berlangsung sampai bulan Rajab 1289 H (1872 M). Kemudian ia mulai berkelana meninggalkan Mesir untuk ikut serta menyebarkan ilmu dan mcngabdi kepada Islam, agar bermanfaat bagi kaum muslimin dan meninggikan mercusuar agama.
Ketika namanya semakin terkenal, bintangnya semakin bersinar, dan banyak orang mendapatkan bimbingan dan petunjuk darinya, ia diangkat sebagai pejabat pengadilan di wilayah Syam, dan akhirnya menjadi ketua Pengadian Tinggi di Beirut. Pekerjaannya itu dijalaninya dengan penuh kesungguhan dan niat menolong serta dianggapnya sebagai ibadah disertai niat yang tulus ikhlas. Hatinya senantiasa berzikir dan membaca Al-Qur'an, banyak bershalawat untuk Rasulullah
Saw., keluarga, dan sahabat-sahabat beliau. Yusuf al-Nabhani selalu mengisi waktu malam dan siangnya dengan melaksanakan ibadah-ibadah wajib dan sunnah tanpa henti, bosan, atau lupa. Tak terhitung banyaknya peristiwa luar biasa yang terjadi padanya, peristiwa-peristiwa yang hanya dikhususkan untuk para wali dan hamba Allah yang selalu dekat dengan-Nya.

la juga tidak meninggalkan aktivitas-aktivitas yang biasa dilakukan orang-orang yang luhur dan dicintai, yakni menyusun dan mengarang berbagai kitab yang sangat mengagumkan. Imam besar ini diyakini mendapatkan ilham kebenaran dari Allah. Kitab-kitabnya yang bernilai tinggi dan agung membahas berbagai disiplin ilmu; ilmu hadis, sejarah
Nabi, pujian untuk Nabi, tafsir, pembelaan terhadap Islam, pujian kepada Allah Swt., kisah-kisah tentang wali-wali Allah dan orang-orang khusus-Nya, dan lain sebagainya. Kitab-kitab tersebut tidak mungkin lahir dari kemampuan individualnya belaka, tetapi dibantu dengan karamah, kekuatan, dan pertolongan dari Allah Swt. Jika Allah mencintai hamba-Nya yang benar, maka Dia menjadikan pendengaran-Nya scbagai pendengaran hamba- Nya, dan penglihatan-Nya sebagai penglihatan-hamba-Nya.

Yusuf al-Nabhani mereguk samudra ilmu dan imam-imam ternama di Al-Azhar. Di antaranya adalah:
1. Syaikh Yusuf al-Barqawi al-Hanbali, syaikh pilihan dari mazhab Hanbali
2. Syaikh Abdul Qadir al-Rafi'i al-Hanafi al Tharabulusi, syaikh pilihan dari masyarakat Syawam
3. Syaikh Abdurrahman al-Syarbini al-Syafi`i
4. Syaikh Syamsuddin al-Ambabi al-Syafi'i, satu-satunya syaikh pada masanya yang mendapat julukan Hujjatul Ilmi dan
guru besar Universitas Al-Azhar pada masa itu. Dan gurunya ini, Yusuf al-Nabhani belajar Syarah Kitab al-Ghayah wa al-
Tagrib fi Fighi al-Syafi`iyyah karya Ibnu Qasim dan Al-Khathib al-Syarbini, dan kitab-kitab lainnya dalam waktu 2 tahun.
5. Syaikh Abdul Hadi Naja al-Ibyari (wafat tahun 1305 H.)
6. Syaikh Hasan al-'Adwi al-Maliki (wafat tahun 1298 H.)
7. Syaikh Ahmad al-Ajhuri al-Dharir al-Syafi`i (wafat tahun 1293 H.)
8. Syaikh Ibrahim al-Zuru al-Khalili al-Syafi'i (wafat tahun 1287 H.)
9. Syaikh al-Mu'ammar Sayyid Muhammad Damanhuri al-Syafi`i (wafat tahun 1286 H.)
10. Syaikh Ibrahim al-Saga al-Syafi'i (wafat tahun 1298 H) Darinya, Yusuf al-Nabhani mempelajari kitab Syarah al-Tahrir
dan Manhaj karya Syaikh Zakaria al-Anshari al-Syafi`i, berikut catatan pinggir kedua kitab tersebut, selama tiga tahun,
hingga Al-Nabhani dianugerahi ijazah sebagai pertanda atas kapasitas dan posisi keilmuannya.

Karya-karya Yusuf al-Nabhani ada sekitar 75 kitab, antara lain :
1. Hadi al-Murid ila Thuruq Al-Asanid
2. Jâmi` Karamaat al-Awliya`
3. Khulasat al-Kalaam fi Tarjih Din Al-Islam
4. Syawahid al-Haqq fi Al-Istighatsah bi Sayyid al-Khalq
5. Hujjat-Allahi ala al-Alamin
6. Jawahir al-bihar
7. Sa'adat al-Darayn fi Shalati 'Ala Sayyid Al-Kaunain
8. Afdhalu Ash-Shalawat 'Ala Sayyid As-Sadat
9. Ahsan al-Wasail fi Nazmi Asmai al-Nabiyyi al-Kamil

Anak laki-laki dari puteri Yusuf an-Nabhani, yakni Taqiyuddin An-Nabhani, dikirim oleh Yusuf An-Nabhani kepada para kolega dan gurunya di al-Azhar Kairo untuk belajar di sana. Kelak kemudian hari, cucu Yusuf An-Nabhani ini menjadi pendiri gerakan Islam terkenal di Dunia Islam, yaitu Hizbut Tahrir pada tahun 1953.
Setelah Yusuf an-Nabhani pensiun dari tugasnya sebagai Qadhi (Hakim), beliau menghabiskan waktunya untuk menulis dan beribadah. Beliau kemudian pergi ke Madinah Munawwarah dan berdiam di sana untuk beberapa waktu. Kemudian beliau pulang ke Beirut. Beliau meninggal dunia menghadap Allah SWT pada awal bulan Ramadhan tahun 1350 H (1932 M), rahimahullah. Beliau dimakamkan di Pemakaman Basyura, di dekat distrik Bastha di Beirut, Libanon.
www.tobaqatsyafii.blogspot.com

Wednesday, November 10, 2010

15 ribu massa Hizbut Tahrir Tolak Obama, 62 Juta Terkumpul Untuk Korban Bencana


Sekitar 15 ribu massa Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi di depan Istana Negara Jakarta, Ahad (7/11). Peserta aksi berjalan mulai dari Istana Negara hingga ke depan Kedubes AS, simbol negara penjajah dunia. Sepanjang jalan, mereka meneriakkan yel-yel ‘Tolak, tolak, tolak Obama, tolak Obama sekarang juga’.

Panitia menjelaskan acara ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap sesama Muslim di seluruh dunia. Acara ini juga wujud solidaritas terhadap penderitaan yang dialami saudara-saudara yang tertimpa bencana di Tanah Air.Karenanya, selain aksi menolak Obama, aksi ini juga dimaksudkan untuk menggalang dana bagi para korban bencana.

Jubir HTI Ismail Yusanto dalam orasi pembukaannyamengatakan, aksi ini merupakan salah satu kewajiban amar makruf nahi munkar. ‘Ini keprihatinan terhadap negeri ini sekaligus wujud kecintaan kita terhadap negeri ini,” katanya.

Bencana, menurutnya, harus jadi perhatian. Tapi lebih dari itu kaum Muslimin tidak boleh lupa terhadap bencana yang lebih besar yakni kokohnya imperialisme di Indonesia.Ia mengajak peserta beramal dengan menyumbangkan dana bagi korban bencana di Merapi dan Mentawai. Kantong-kantong pun diedarkan. Sampai akhir acara lebih dari 62 juta dana sudah terkumpul untuk korban bencana .

Aksi tolak Obama dan penggalangan bantuan dana ini dilakukan Hizbut Tahrir di berbagai kota di seluruh Indonesia. Disamping itu Hizbut Tahrir juga telah mengirim gugus tugas relawan Hizbut Tahrir Tanggap Bencana ke beberapa daerah bencana untuk membantu saudara-saudaranya yang dalam keadaan menderita. (MJ/mediaumat.com)

Wednesday, February 17, 2010

KONGRES MAHASISWA ISLAM SULTRA


PEMUDA “MAHASISWA” HARAPAN UMAT


Hidup adalah pilihan, dimana setiap pilihan akan dipertanggungjawabkan kepada Sang Pencipta Alam Semesta dan kehidupan ini, dialah Allah SWT. Dan pilihan itu hanya ada dua, tak ada yang ke tiga. Baik dan buruk itulah pilihannya. Pilihan yang baik akan berujung pada kebaikan (surga), dan pilihan yang buruk akan berujung pada keburukan (neraka) itulah message yang di nformasikan kepada seluruh umat manusia dari Allah SWT di dalam peta hidup kita (Alquran dan As-sunah). Dan kembali lagi kepada kita untuk menentukan pilihan. Sebaik-baik pilihan adalah memilih yang baik “beribadah” kepada Allah. Dan, seburuk-buruk pilihan adalah memilih beribadah kepada selain-Nya (thaghut, hawa nafsu, materi dan turunannya). Maka sebagai seorang pemuda harapan ummat, tentu akan memilih yang baik dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik juga yang sesuai tatanan aturan sang pencipta “syari’ah”. Itulah secercah pengantar renungan tulisan ini.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari umat Islam, pemuda/mahasiswa muslim dalam hal ini, memiliki peranan dan potensi tersendiri baik itu untuk menghancurkan umat maupun membangkitkan umat. Ada sebagian pemuda/mahasiswa yang memang secara sedar dan sengaja berperanan aktif dalam rangka penghancuran umat karena dirinya sudah terbeli oleh orang kafir. Akan tetapi, ada juga yang secara tidak sedar bahwa perjuangannya itu akan melemahkan umat dan lambat laun menuju kepada kehancuran umat. Dengan kenyataan seperti ini, tentu kita tidak ingin menjadi bagian dari proses dekonstruksi umat, baik itu secara sedar maupun tidak sedar.

Umat Islam adalah umat yang satu, di mana antara umat yang satu dengan yang yang lainnya saling menguatkan dan mengukuhkan. Tidak terdetik satu pemikiran pun bagi orang yang sedar tentang identitinya sebagai seorang muslim untuk mencederai dan menghancurkan saudaranya, karena pada hakikatnya penghancuran yang satu sama saja menghancurkan yang lain termasuk dirinya sendiri. Dengan kata lain, bahwa umat Islam antara yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Saw. dalam haditsnya “Perumpamaan orang-orang yang mencegah berbuat maksiat dan yang melanggarnya adalah seperti kaum yang menumpang kapal. Sebagian dari mereka berada di bagian atas dan yang lain berada di bagian bawah. Jika orang-orang yang berada di bawah memperlukan air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atasnya. Lalu mereka berkata: ‘Andai saja kami lubangi (kapal) pada bagian kami, tentu kami tidak akan menyakiti orang-orang yang berada di atas kami’. Tetapi jika yang demikian itu dibiarkan oleh orang-orang yang ada di atas (padahal mereka tidak menghendaki), akan binasalah seluruhnya, dan jika dikehendaki dari tangan mereka keselamatan, maka akan selamatlah semuanya”. (HR. Bukhari)”

Pemuda/mahasiswa merupakan aset yang berharga bagi umat ini. Mahasiswa memiliki potensi yang lebih dalam hal fizikal, intelektual maupun intelejennya. Potensi itulah yang harus dicurahkan semaksimal dan seoptimal mungkin untuk membangkitkan dirinya dan umat Islam ini dari keterpurukan yang telah lama menyelimuti umat ini. Sudah seharusnya seorang pemuda atau mahasiswa berperanan aktif untuk mengubah reality yang tidak sesuai tatanan islami menjadi islami, baik yang menimpa umat Islam pada khususnya maupun manusia pada umumnya. Walaupun itu adalah sesuatu yang berat, tetapi itu bukan sesuatu yang tidak mungkin diwujudkan. Sebagai konsekuensinya, perlu perjuangan yang ekstra keras dan konsisten. Itulah pemuda/mahasiswa harapan umat yang mampu mengeksplorasi dan mengeksploitasi potensinya serta berjuang bersama umat menuju kebangkitan yang hakiki, yaitu diterapkannya “SYARIAH DAN KHILAFAH DALAM NAUNGAN DAULAH KHILAFAH ROSYIDAH ISLAMIYAH” yang saat ini sedang di dambakan dan dinantikan seluruh ummat manusia. ALLAHU AKBAR.

Seperti yang telah di infokan via opini sebelumnya bahwa, LDK BKLDM Unhalu akan menyelenggarakan Kongres Mahasiswa Islam Sesulawesi Tenggara. Mohon doa dan dukungan dari saudara-saudari semua, di manapun kalian berada, tak terkecuali bagi mereka yang merindukan akan diterapkannya aturan sang pencipta alam semesta ini, yaitu diterapkannya SYARI’AH dalam naungan NKRI (Negara Khilafah Rosyidah Islamiyah),insya Allah !! (worldcivilization_designer)



Friday, July 17, 2009

Unreasonable Fear


Tuesday, July 14th, 2009 | Author: Felix Siauw

Saya sering sekali mendapatkan fenomena baru yang sangat menarik untuk dikaji, salah satunya adalah apa yang akan saya tulis ini, saya memberi nama fenomena baru ini sebagai fenomena “unreasonable fear”, ketakutan yang nggak beralasan.

“Gimana nanti kalau saya udah nikah lalu saya nggak bisa membiayai keluarga saya?”

“Kalau syari’at Islam ditegakkan, nanti ada potong tangan, rajam dan pluralitas nggak terjaga, non-muslim akan dimarjinalisasi!”

“Bayangkan kalau tidak ada partai Islam di pemerintahan, dan tidak ada demokrasi, maka gerakan Islam akan diberangus habis, karena itulah kalian harus berterimakasih pada kami dan pada demokrasi!”

Nah, pernyataan-pernyataan seperti inilah yang saya kelompokkan sebagai unreasonable fear. Terkadang kita selalu menakutkan sesuatu yang belum jelas atau belum pasti, sedangkan bahaya di depan mata yang sudah kita alami tidak kita rasakan. Kita mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu sedangkan menafikkan sesuatu yang sudah tentu. Mari kita mulai kajiannya:

1. “Gimana nanti kalau saya udah nikah lalu saya nggak bisa membiayai keluarga saya dengan layak (miskin)?”

Ini adalah contoh sebuah pernyataan yang belum jelas, karena ciri-ciri pernyataan yang belum jelas mengandung kata-kata seperti: bagaimana nanti… seandainya… bila… andai saja… kalaulah… dan yang semacam dengannya. Berarti ketika seseorang berbicara seperti ini, dia menunjuk pada masa depan (yang tentu saja belum jelas). Unreasonable fear adalah menakutkan sesuatu yang belum jelas tetapi malah menafikkan yang sudah jelas. Ok, kalau ada seseorang yang menyatakan seperti diatas, maka itu adalah kemungkinan masa depan yang belum jelas, tetapi ada fakta yang sudah jelas yaitu: dia belum nikah dan dia belum bisa hidup dengn layak (miskin)!

Banyak orang yang belum menikah beralasan belum cukup materi-lah, belum siap-lah, belum mantap-lah, belum kaya-lah. Itu semua saya katakan unreasonable fear. Pertanyaannya adalah: apakah tidak menikah berkorelasi dengan harta? jawabannya tidak ada korelasinya. Artinya dia mengkhawatirkan seandainya dia menikah maka dia akan menanggung resiko begini dan begitu (hal-hal negatif), tetapi tidak pernah memikirkan resiko yang dia tanggung ketika dia tidak menikah (hal-hal negatif).

2. “Kalau syari’at Islam ditegakkan, nanti ada potong tangan, rajam dan pluralitas nggak terjaga, non-muslim akan dimarjinalisasi!”

Sama seperti pernyataan ini yang menakutkan sesuatu yang belum pasti dan semua pernyataan ini didasarkan pada asumsi bukan fakta. Yang ditakutkan, yaitu kengerian yang ditimbulkan penerapan syari’at Islam adalah belum pasti, malah fakta yang sudah terjadi tidak ditakutkan. Fakta membuktikan justru ketika dalam situasi tidak diterapkannya syari’at Islam, kriminalitas dan kekacauan dimana-mana dan jumlahnya sangat besar.

Data dari kepolisian misalnya, menyatakan selama Tahun 2006 terjadi tindak pidana aborsi sekitar 3,3 juta kasus dan perkosaan meningkat 200%. Data di LPA (Lembaga Pemasyarakatan Anak) Tangerang menunjukkan bahwa kejahatan seksual menempati urutan kedua setelah narkoba.

Di Jakarta, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono mengatakan, kejahatan di DKI Jakarta terjadi setiap 9 menit 21 detik. Hal ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya, 9 menit 33 detik. Jenis-jenis kejahatan yang dilakukan, antara lain, pemerkosaan, pemerasan dan pengancaman, pembunuhan, perjudian, pencurian kendaraan bermotor dan lainnya.

Indonesia juga merupakan negara teratas dibidang cybercrime (UNESCO, 2007). Di dunia internasional juga tersedia fakta yang tidak berbeda, American Demographic Magazine menyampaikan tersedia tidak kurang dari 4,2 juta website porno yang 100 ribu di antaranya pornografi anak dan 89% di antaranya berisi kekerasan seksual remaja melalui chat room.

Pada tahun 2006 lalu Kompas sempat mengeluarkan hasil survei yang sangat mengejutkan, yaitu 54% remaja Kota Kembang pernah berhubungan seks, persentasenya paling tinggi dibandingkan kota-kota besar lain, seperti Jakarta (51%), Medan (52%) dan Surabaya (47%).

Komnas Perlindungan Anak (2008) mennyampaikan hasil survei mereka kepada anak SMP, hasilnya 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno 93,7 persen mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat, dan yang lebih parah lagi 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi

Secara keseluruhan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menyebutkan, jika sebelumnya kasus konvensional seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan pencurian kasus dari 153.392 kasus, kini menjadi 155.413 kasus di tahun 2008. Artinya ada 425 kasus setiap harinya, dan ini yang dilaporkan, yang tidak dilaporkan tentunya seperti fenomena gunung es.

Di dunia internasional justru lebih parah, sebagai contoh, dalam tulisannya The Most Dangerous Place on Earth, Dr Shahid Qureshi mempublikasikan bahwa di Amerika terjadi pembunuhan terjadi setiap 22 menit, perkosaan terjadi setiap 5 menit, perampokan terjadi setiap 49 detik, pencurian terjadi setiap 10 detik, dan menghabiskan US$674.000.000.000 setiap tahunnya untuk menangani kriminalitas di negaranya.

Aneh bukan, ada seseorang yang menakutkan penerapan syari’at Islam, tetapi tidak menakutkan kejadian-kejadian yang sudah ada di depan matanya dan dilihat dengan mata dan kepalanya sendiri setiap hari.

3. “Bayangkan kalau tidak ada partai Islam di pemerintahan, dan tidak ada demokrasi, maka gerakan Islam akan diberangus habis, karena itulah kalian harus berterimakasih pada kami dan pada demokrasi!”

Contoh bahasan kita yang terakhir adalah pernyataan ini, seringkali beberapa pengemban dakwah yang saya temui menggunakan kata-kata seperti ini sebagai pembenaran atas tindakan mereka yang plin-plan dan tidak jelas. Ini juga termasuk unreasonable fear. Mereka menakutkan sesuatu yang belum tentu adanya, menakutkan sesuatu yang belum pasti terjadi dan membuang jauh-jauh fakta bahwa saat ini justru telah terjadi sesuatu yang jelas-jelas menakutkan dan mengkhawatirkan. Fakta membuktikan bahwa justru dalam demokrasi, Islam dihinakan dan ummat muslim menghadapi berbagai masalah yang sangat pelik serta dalam sistem seperti inilah harakah Islam tidak memiliki izzah.

Ingat, ketika terpilih untuk kedua kalinya menjadi presiden AS di tahun 2003, Bush menyampaikan pandangannya tentang demokrasi “Jika kita mau melindungi negara kita dalam jangka panjang, hal terbaik yang dilakukan adalah menyebarkan kebebasan dan demokrasi”. Dan atas alasan ”menyebarkan kebebasan dan demokrasi” itulah Irak diserang.

Atas nama demokrasi, AS yang memiliki 10.000 hulu ledak nuklir mendikte negara-negara muslim khususnya untuk tidak mengayakan nuklir dengan NPT (Nuclear Proliferation Treaty), dan membiarkan Israel dan negara-negara yang diinginkannya untuk mengembangkannya.

Dengan restu demokrasi pula pada tahun berkali-kali BBM dinaikkan walaupun ummat tidak menyetujuinya dan hanya perlu persetujuan MPR dan DPR yang notabene katanya wakil dan suara dari rakyat. Sementara kenaikan BBM hanya menghemat 65 triliun rupiah, pemerintah menghabiskan sekitar 300 triliun untuk pemilu 2009 dan membagikan 700 triliun untuk koruptor kasus BLBI

Dalam demokrasilah justru kecenderungan ummat terhadap partai Islam menurun, Pengamat politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit menilai, jika kita membandingkan Pemilu 1955 dengan Pemilu 1999 terlihat bahwa pemilih partai sekuler meningkat sebanyak 35,6 persen, sedangkan pemilih partai Islam menurun 7,51 persen. Sementara anggota legislatif (DPR) partai-partai sekuler bertambah sebanyak 32,64 persen, sementara anggota legislatif partai-partai Islam menurun sebanyak 9,95 persen. Artinya, ada pembunuhan karakter sistematis yang dilakukan demokrasi terhadap partai Islam dengan membuat partai Islam menjadi partai Islam-sekuler sehingga ditinggalkan oleh basis pemilihnya.

Dan atas peran serta demokrasi, syari’at Islam belum diterapkan sampai sekarang, politik belah bambu antar harakah Islam, penurunan pamor dan elegansi gerak partai Islam, semuanya itu di-amini oleh demokrasi. Saiful Mujani, direktur LSI mengomentari survei yang menunjukkan turunnya kecenderungan masyarakat terhadap partai Islam ”hal ini terjadi karena orientasi nilai politik sekuler di kalangan muslim indo kian menguat. Aktivis islam gagal menerjemahkan nilai politik islam dalam bentuk gerakan dan kekuatan elektoral” (Kompas, 2009)

Dengan tipu daya demokrasi, kemenangan FIS di Aljazair dianulir setelah pada putaran pertama pemilu mereka berhasil mengantongi 80% suara, lalu esoknya muncul pernyataan dari harian Inggris “The Independent”: “Kadang-kadang diperlukan tindakan yang tidak demokratis untuk melindungi demokrasi” . Sama seperti kudeta militer di Turki setelah partai Refah memenangkan pemilu pada tahun 2007. Dan juga politik AS di palestina dengan menarik HAMAS masuk ke dalam parlemen lalu menekan, memenjarakan dan membuang mereka di Gaza. Apakah kita sudah lupa?

Karena demokrasilah, kita diminta mengakui kepentingan-kepentingan asing, mentoleransi kepentingan-kepentingan ummat lain yang berusaha menyesatkan dan memurtadkan umat muslim dengan segala cara mereka, menerima keberadaan ahmadiyah dan segala kesesatannya, membayar hutang-hutang konglomerat dengan pajak yang dipaksakan dan dzalim.

Jadi sebenarnya, pemberangusan kepada partai-partai Islam dan harakah Islam itu telah dilakukan, dan harus dipahami, bahwa pemberangusan ini tidaklah mesti dilakukan secara fisik (anarkis), justru pemberangusan yang dilakukan secara sistematis dan tanpa disadari oleh harakah Islam inilah yang lebih berbahaya. Tetapi fakta yang telah terjadi ini tidak dilihat, malahan sesuatu yang belum jelas dijadikan dalil untuk berbuat.

Yang paling penting. bagi seorang muslim, unreasonable fear ini akhirnya membawa suatu konsekuensi, yaitu bahwa dia lebih percaya dan yakin pada fakta di depan matanya (pragmatis) daripada fakta yang akan dijanjikan oleh Allah SWT (visioner), lebih jauh lagi, dia lebih takut kepada manusia ataupun sesuatu apapun yang bukan Allah dibandingkan rasa takutnya kepada Allah. Dan karena rasa takutnya yang lebih besar kepada manusia ataupun keadaan yang dibisikkan oleh setan, akhirnya dia meninggalkan ketaatan dan mencari dalil untuk membenarkan perbuatannya.

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman (TQS ali-Imraan [3]: 175)

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (TQS al-Maaidah [5]: 44)

Allah-lah dzat yang Mahabaik dan Mahatahu, tiada yang berjalan, terbang, merangkak, ataupun melata diatas bumi ini yang lebih tahu daripada Dia. Dialah yang menentukan apa yang kita bisa dan apa yang kita tidak bisa. Dialah sesungguhnya yang benar-benar harus kita takuti.

Kesimpulannya?

1. Maka menikahlah karena Allah telah menjamin untuk mencukupkan rizqi-Nya dan menolong dengan pertolongan-Nya pada orang yang menikah karena-Nya

Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (TQS an-Nur [24]: 32)

“Ada 3 golongan manusia yang berhak ditolong oleh Allah, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

2. Maka terapkanlah syari’at Islam karena dengan itu Allah akan menurunkan berkah-berkah dari langit dan bumi dan ummat Islam tidak akan pernah tersesat

maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu (TQS al-Maaidah [5]: 48)

Aku tinggalkan pada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Sesuatu tersebut ialah sesuatu yang jelas yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya (Sirah Ibnu Hisyam II, Hal 588)

3. Maka konsistenlah dengan perjuangan Islam sekalipun perjuangan ini meminta nyawa kita. Bukankah dakwah Rasulullah saw. dan para shahabat menuntut pengorbanan harta dan nyawa? aakah kita merasa lebih istimewa dibandingkan dengan Rasulullah dan shahabatnya sehingga kita tidak perlu merasakan makian, kengerian dan goncangan yang mereka rasakan? Bukankah jihad adalah jalan kita, mati syahid adalah harapan yang selalu kita berdo’a untuk itu sebelum tidur? Apa yang membuat kita takut kepada himpitan dan celaan dalam dakwah? takut terahadap pemberangusan? apakah jalan dakwah ini telah jalan orang-orang yang mencintai dunia? Allahummahfidzna min kulli dzalik..

karena saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan (Surat Khalid bin Walid kepada Hormuz-Gubernur Persia)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (TQS al-Baqarah [2]: 214)

Saya harap apa yang saya contohkan dengn 3 kasus diatas dapat diterapkan pada kasus-kasus yang serupa sehingga kaum muslim bisa terbebasdari fenomena semacam ini. Wallahu a’lam bi ash-shawab.